80 Titik Pengamanan, Pelabuhan Jadi Prioritas

AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 2340 personil gabungan TNI/Polri dan stakeholder terkait lainnya yang disiagakan bersama untuk pengamanan minggu terakhir bulan suci Ramadhan hingga pelaksanaan hari raya Idul Fitri. Ada 80 titik pos pengamanan di 11 kabupaten/kota, dengan pelabuhan menjadi prioritas utama sebab kondisi Maluku yang perairan, lebih luas laut dibanding darat.

Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa menjelaskan objek pengamanan selama operasi ketupat Siwalima 2019 terhitung tanggal 29 Mei-10 Juni 2019 ada di terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, masjid dan objek wisata. Namun, pelabuhan jadi prioritas utama, tanpa menafikan yang lain tetap tidak luput dari pengamanan.

“Kita ini karena Maluku daerah perairan laut, air maka akan prioritas di pelabuhan. Dengan transportasi laut baik pelabuhan besar kelas A, B sampai ke transportasi rakyat harus mementingkan faktor keslamatan, pelampung, sekoci dan lain-lain. Keslamatan yang kita utamakan agar jangan lagi terjadi seperti tahun lalu, ada kapal terbakar, kemudian ada kapal-kapal kecil yang tenggelam,” tegas Royke kepada awak media usai apel gelar pasukan dalam rangka Ops ketupat Siwalima di lapangan kolonel Tahapary, Tantui, Selasa (28/5/19).

Terhadap prioritas itu, maka diakuinya, speed dan kapal patroli laut disiapkan, sebab ranahnya bagaimana menjaga transportasi laut atau heavy di transportasi laut Maluku. Tak hanya itu, ada juga pos pelayanan, pos terpadu, beberapa lokasi check point sepeda motor pada pusat aktivitas masyarakat dan lokasi rawan gangguan Kamtibmas dan keamanan, keslamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Selain fokus pengamanan mudik, tambah mantan Kakorlantas Polri, tentu ada hal-hal yang menghambat, mengganggu kegiatan konvensional mungkin terorisme, perkelahian antar kampung dan lain-lain juga dijaga. Disamping transportasi laut, darat dan udara tetap menjadi perhatian.

“Harapannya juga mudah-mudahan tiket pesawat udara tidak melambung tinggi setinggi udara. Termasuk tahapan Pemilu juga kita konsentrasi pengamanan, karena ada pengajuan sengket Pipres dan Pileg ke MK yang akan mulai persidangan dari 11 Juni sampai 28 Juni. Akan dimonitor terus,” kunci Jendral bintang dua itu. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *